Utamakan Kebutuhan Rakyat, Bupati Amrullah Dua Periode Tinggal di Rumah Jabatan Camat
Langara, konkepkap.go.id. Lazimnya seorang pejabat pasti dilumuri aura terpandang dan keistimewaan, sehingga perlu suguhan fasilitas mewah mulai dari rumah jabatan, kendaraan operasional hingga pelayanan penunjang lainnya dalam rumah tangga.
Namun tidak semua pejabat mempunyai gaya eklusif seperti itu, salah satunya Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Ir H Amrullah-H Andi Muhammad Lutfi SE MM, dua periode menjabat sebagai Bupati defenitif pertama di Pulau Wawonii, memilih tidak membangun rumah jabatan mewah demi perioritas pembangunan infrastruktur penunjang pelayanan kesejahteraan masyarakatnya.
Terbukti selama kurang lebih sepuluh tahun menjabat atau dua periode lamanya, Bupati Amrullah lebih memilih tinggal di eks. Rumah Jabatan Camat Wawonii bangunan tua nyaris berusia 50 tahun tersebut. Sementara Wakil Bupati Konkep, Andi Muhammad Lutfi juga memilih tinggal dan mengontrak salah satu rumah di Desa Kelahirannya di Kecamatan Wawonii Tengah.
Tidak ambisi membangun rumah jabatan Bupati dan Wakil Bupati Konkep bukan tanpa alasan, duet Putra Daerah Wawonii tersebut berupaya melakukan pembangunan skala perioritas yang lebih mengutamakan peningkatan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia di Pulau Wawonii
"Dalam proses pemanfaatan dan pengalokasian anggaran harus dengan bijak, karena kalau tidak, akan semakin jauh tertinggal dari daerah lain, sehingga upaya kami adalah melakukan penghematan-penghematan dari tahun ke tahun, sehingga prasarana-prasarana yang sifatnya kedinasan, masih sangat minim yang kami bangun termasuk rumah-rumah jabatan, rumah jabatan kami belum ada satupu yang kami bangun, rumah jabatan ini (Rujab Bupati Konkep) adalah rumah jabatan camat yang dibangun kalau tidak salah tahun 1978, waktu itu kalau tidak salah masih berada di kelas satu atau kelas dua SMP," jelas Bupati Amrullah saat menyambut salah satu tamu daerah di Rujab Bupati Konkep.
"Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Pimpina DPRD seluruhnya masih ngontrak, ada uslan-usulan untuk membangun fasilitas tersebut, namun Saya sanpaikan mohon kita semuanya bersabar, karena kalau rumah jabatan yang kita bangun, pada dasarnya yang nikmati sepanjang waktu adalah pejabatnya, sehingga tidak menyentuh kebutuhan dasar menjawab kerinduan masyarakat kita selama berpuluh-puluh tahun yang berada dalam belenggu keterisolasian akibat prasarana infrastruktur yang benar-benar masih sangat tertingga, dan Alhamdulillah semuanya memahami dan semuanya mau bersabar," ujarnya. (Mz)