Kecamatan

KECAMATAN

Salah satu destinasi wisata yang ada di Kecamatan Wawonii Barat adalah Air Terjun Ringkulele yang terletak di Langara.

Wawonii Selatan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Ibu kotanya terletak di Kelurahan Sawaea yang berjarak 23,59 km ke ibu kota kabupaten dan 59,5 km ke ibu kota provinsi. Wawonii Selatan berbatasan dengan Kecamatan Wawonii Tengah di utara; Laut Banda di selatan; Kecamatan Wawonii Tenggara di timur; Laut Banda di barat.

Wilayah Adminstratif

Luas wilayah Kecamatan Wawonii Selatan adalah 137,45 km² atau 15,84% wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan. Wawonii Selatan terbagi dalam 10 desa dan 1 kelurahan sebagai berikut:

  1. Desa Wungkolo
  2. Desa Bobolio
  3. Desa Wawosou
  4. Desa Lawey
  5. Desa Baku-baku
  6. Desa Sawapatani
  7. Desa Wawouso Baru
  8. Desa Puuwatu
  9. Desa Wawoone
  10. Desa Langgara Jaya
  11. Kelurahan Sawaea

Penduduk

Penduduk Wawonii Selatan pada tahun 2019 sebanyak 4.476 jiwa dengan kepadatan penduduk 33 jiwa/km². Berdasarkan jenis kelaminnya, penduduk Wawonii Selatan terdiri dari 2.356 laki-laki dan 2.228 perempuan sehingga rasio jenis kelamin sebesar 105,75. Desa Lawey merupakan desa berpenduduk paling banyak, yaitu 635 jiwa; sedangkan Desa Langgara Jaya memiliki jumlah penduduk paling sedikit, yaitu 210 jiwa.

Sosial

Kecamatan Wawonii Selatan memiliki 6 sekolah dasar (SD), 2 sekolah menengah pertama (SMP), dan 1 sekolah menengah kejuruan (SMK). Lokasi SD terletak di Desa Lawey, Desa Wawouso, Desa Baku-Baku, Desa Bobolio, Kelurahan Sawaea, dan Desa Wawoone; sedangkan SMP dan SMK terletak di Kelurahan Sawaea. Kondisi tersebut menunjukkan Kelurahan Sawaea memiliki fasilitas satuan pendidikan dasar dan menengah terlengkap.
Kecamatan Wawonii Selatan hanya memiliki 1 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) tanpa rawat inap yang terletak di Kelurahan Sawaea. Seluruh penduduk Wawonii Selatan sebagian besar beragama Islam sehingga tempat ibadah yang ada hanya berupa masjid. Masjid-masjid tersebut berjumlah 10 buah dan hanya Desa Wawoone yang tidak memiliki tempat ibadah.
Terdapat 2 pasar dengan bangunan tidak permanen di Kecamatan Wawonii Selatan yang berlokasi di Desa Bobolio dan Kelurahan Sawaea. Sementara itu, toko kelontong berjumlah 71 buah tersebar di seluruh desa/kelurahan. Tidak ada menara telepon selular (BTS) di Kecamatan Wawonii Selatan, namun jangkauan sinyal kuat terdapat di Desa Wowouso Baru dan Desa Langgara Jaya. Lima desa tidak terdapat jangkauan sinyal telepon seluler, yaitu Desa Lawey, Desa Bobolio, Kelurahan Sawaea, Desa Sawapatani, dan Desa Wawoone; sedangkan sisanya terjangkau sinyal lemah. Transportasi utama di Kecamatan Wawonii Selatan adalah transportasi darat.

Pertanian

Kecamatan Wawonii Selatan menghasilkan kelapa, pala, dan jambu mete. Selain itu, juga terdapat cengkeh, kemiri, dan sagu dengan jumlah produksi kecil. Terdapat pula lahan tanam kakao dan lada yang tidak berproduksi pada tahun 2019. Hewan ternak yang terbanyak adalah ayam buras, disusul oleh sapi dan itik.

Pariwisata

Berikut ini adalah destinasi wisata yang ada di Kecamatan Wawonii Selatan.

  1. Air Terjun Kopea, Desa Lawey
  2. Air Terjun Lanuku, Desa Wawouso

Wawonii Tengah adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Ibu kotanya terletak di Desa Lampeapi Baru yang berjarak 126,6 km ke ibu kota kabupaten dan 63,8 km ke ibu kota provinsi. Wawonii Tengah berbatasan dengan Kecamatan Wawonii Barat di utara; Kecamatan Wawonii Selatan di selatan dan timur; Laut Banda di barat.

Wilayah Adminstratif

Luas wilayah Kecamatan Wawonii Tengah adalah 142,39 km² atau 16,41% wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan. Wawonii Tengah terbagi dalam 11 desa dan 1 kelurahan sebagai berikut:

  1. Desa Batumea
  2. Desa Wawo Indah
  3. Desa Lamongupa
  4. Desa Tumbu Tumbu Jaya
  5. Desa Morobea
  6. Desa Mekar Sari
  7. Desa Rawa Indah
  8. Desa Lampeapi Baru
  9. Desa Pesue
  10. Desa Puurau
  11. Desa Baho Puu Wulu
  12. Kelurahan Lampeapi

Penduduk

Penduduk Wawonii Tengah pada tahun 2019 sebanyak 4.167 jiwa dengan kepadatan penduduk 29 jiwa/km². Berdasarkan jenis kelaminnya, penduduk Wawonii Tengah terdiri dari 2.081 laki-laki dan 2.086 perempuan sehingga rasio jenis kelamin sebesar 99,76. Desa Lampeapi merupakan desa berpenduduk paling banyak, yaitu 629 jiwa; sedangkan Desa Baho Puu Wulu memiliki jumlah penduduk paling sedikit, yaitu 208 jiwa.

Sosial

Kecamatan Wawonii Tengah memiliki 7 sekolah dasar (SD), 1 madrasah ibtidaiyah (MI), 2 sekolah menengah pertama (SMP), 1 madrasah tsanawiyah (MTs), 1 sekolah menengah atas (SMA), dan 1 madrasah aliyah (MA). Lokasi SD terletak di Kelurahan Lampeapi, Desa Lamongupa, Desa Wawo Indah, Desa Tumbu Tumbu Jaya, Desa Batumea, dan Desa Lampeapi Baru; sedangkan SMP terletak di Desa Batumea dan Desa Lampeapi Baru. Satu-satunya SMA dan seluruh madrasah terletak di Desa Lampeapi Baru. Kondisi tersebut menunjukkan Desa Lampeapi Baru memiliki fasilitas satuan pendidikan dasar dan menengah terlengkap.
Kecamatan Wawonii Tengah hanya memiliki 1 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) tanpa rawat inap yang terletak di Desa Lampeapi Baru. Penduduk Wawonii Tengah sebagian besar beragama Islam. Terdapat pula penduduk beragama katolik dan hindu di Desa Wawo Indah dan Desa Mekar Sari. Desa Mekar Sari merupakan satu-satunya desa yang didominasi oleh penduduk beragama katolik. Terdapat 11 tempat ibadah di Kecamatan Wawonii Tengah dengan rincian 8 masjid, 1 musala, 1 gereja, dan 1 pura. Musala, gereja, dan pura berlokasi di Desa Wawo Indah, sedangkan 4 desa tidak memiliki tempat ibadah, yaitu Desa Pesue, Desa Mekar Sari, Desa Morobea, dan Desa Puurau.
Sebagian besar desa/kelurahan di Kecamatan Wawonii Tengah telah teraliri listrik PLN. Hanya sebagian kecil penduduk di Desa Morobea yang belum teraliri listrik. Sebagian besar penduduk di Kecamatan Wawonii Tengah mengandalkan sumur sebagai sumber air, hanya di Desa Batumea dan Desa Morobea yang mengandalkan sungai/mata air. Sebagian besar penduduk di Wawonii Tengah telah menggunakan gas sebagai bahan bakar rumah tangga. Hanya sebagian kecil penduduk di 5 desa yang masih menggunakan kayu bakar, yaitu Desa Wawo Indah, Desa Tumbu Tumbu Jaya, Desa Mekar Sari, Desa Morobea, dan Desa Boho Puu Wulu.
Terdapat 1 pasar dengan bangunan permanen di Kecamatan Wawonii Tengah yang berlokasi di Desa Rawa Indah. Sementara itu, toko kelontong berjumlah 63 buah tersebar di seluruh desa/kelurahan dan 4 kedai makan yang hanya ada di Kelurahan Lampeapi, Desa Lampeapi Baru, dan Desa Rawa Indah. Hanya ada 1 menara telepon selular (BTS) di Kecamatan Wawonii Tengah yang berlokasi di Desa Rawa Indah dengan jangkauan sinyal kuat hampir ke seluruh desa/kelurahan. Hanya Desa Boho Puu Wulu dengan jangkauan sinyal lemah. Transportasi utama di Kecamatan Wawonii Tengah adalah transportasi darat.

Pertanian

Kecamatan Wawonii Tengah menghasilkan jambu mete dan kelapa. Selain itu, juga terdapat kakao, cengkeh, pala, dan sagu dengan jumlah produksi kecil. Terdapat pula lahan tanam lada yang tidak berproduksi pada tahun 2019. Hewan ternak yang terbanyak adalah ayam buras, disusul oleh sapi dan kambing.

Pariwisata

Salah satu destinasi wisata yang ada di Kecamatan Wawonii Tengah adalah Air Terjun Laantambaga yang terletak di hulu Sungai Lampeapi.

Wawonii Tenggara adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Ibu kotanya terletak di Kelurahan Polara yang berjarak 50,5 km ke ibu kota kabupaten dan 118 km ke ibu kota provinsi. Wawonii Tenggara berbatasan dengan Kecamatan Wawonii Timur di utara; Laut Banda di selatan dan timur; Kecamatan Wawonii Selatan di barat.

Sejarah

Kecamatan Wawonii Tenggara dibentuk pada tahun 2008 melalui Perda Kabupaten Konawe Nomor 6 Tahun 2008. Wilayahnya merupakan penggabungan dari Kecamatan Wawonii Selatan dan Kecamatan Wawonii Timur.

Wilayah Adminstratif

Luas wilayah Kecamatan Wawonii Tenggara adalah 147,00 km² atau 16,94% wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan. Wawonii Tenggara terbagi dalam 14 desa dan 1 kelurahan sebagai berikut:

  1. Desa Nambo Jaya
  2. Desa Masolo
  3. Desa Sinaulu Jaya
  4. Desa Tondonggito
  5. Desa Roko Roko
  6. Desa Dompo-dompo Jaya
  7. Desa Teparoko
  8. Desa Sukarela Jaya
  9. Desa Sainoa Indah
  10. Desa Wunse Jaya
  11. Desa Sinar Masolo
  12. Desa Waturai
  13. Desa Bahaba
  14. Desa Kekea
  15. Kelurahan Polara

Penduduk

Penduduk Wawonii Tenggara pada tahun 2019 sebanyak 7.099 jiwa dengan kepadatan penduduk 48 jiwa/km². Berdasarkan jenis kelaminnya, penduduk Wawonii Tenggara terdiri dari 3.720 laki-laki dan 3.379 perempuan sehingga rasio jenis kelamin sebesar 110,09. Desa Sinaulu Jaya merupakan desa berpenduduk paling banyak, yaitu 1.120 jiwa; sedangkan Desa Bahaba memiliki jumlah penduduk paling sedikit, yaitu 163 jiwa.

Sosial

Kecamatan Wawonii Tenggara memiliki 8 sekolah dasar (SD), 4 sekolah menengah pertama (SMP), dan 1 sekolah menengah atas (SMA). Lokasi SD terletak di Desa Roko-Roko, Desa Dompo-Dompo Jaya, Desa Sainoa Indah, Desa Sinaulu Jaya, Desa Masolo, Desa Wunse Jaya, Desa Tondonggito, dan Desa Kekea; sedangkan SMP terletak di Desa Roko-Roko, Desa Sainoa Indah, Desa Sinaulu Jaya, dan Desa Kekea. Satu-satunya SMA terletak di Desa Teporoko. Terdapat juga 4 taman kanak-kanak (TK) di Kecamatan Wawonii Tenggara yang tersebar di Desa Teporoko, Desa Nambo Jaya, Desa Wunse Jaya, dan Desa Tondonggito.
Kecamatan Wawonii Tenggara memiliki 2 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) tanpa rawat inap yang terletak di Desa Roko-Roko dan Kelurahan Polara. Seluruh penduduk Wawonii Tenggara beragama Islam, sehingga tempat ibadah yang ada di Kecamatan Wawonii Tenggara hanya berupa masjid yang berjumlah 11 buah. Hanya Kelurahan Polara, Desa Sukarela Jaya, Desa Sinar Masolo, dan Desa Bahaba yang tidak memiliki tempat ibadah.
Seluruh desa di Kecamatan Wawonii Tenggara telah teraliri listrik non-PLN. Selain itu, terdapat penduduk yang belum menikmati listrik di Desa Nambo Jaya dan Sainoa Indah. Seluruh desa mengandalkan mata air/sungai sebagai sumber air. Hanya sebagian kecil penduduk Desa Roko-Roko dan Dompo-Dompo Jaya yang mengandalkan sumur sebagai sumber air rumah tangga. Sejak tahun 2018, seluruh penduduk di Kecamatan Wawonii Tenggara telah menggunakan gas sebagai bahan bakar rumah tangga.
Hanya terdapat 1 pasar dengan bangunan permanen di Kecamatan Wawonii Tenggara, yaitu di Desa Teporoko. Sementara itu, toko kelontong berjumlah 131 buah tersebar di seluruh desa dan kelurahan. Terdapat pula 2 menara telepon selular (BTS) di Kecamatan Wawonii Tenggara yang berlokasi di Desa Dompo-Dompo Jaya dan Desa Sukarela Jaya dengan jangkauan sinyal kuat pada 5 desa, yaitu Desa Teporoko, Desa Roko-Roko, Desa Dompo-Dompo Jaya, Desa Sukarela Jaya, dan Desa Sinar Masolo. Transportasi utama di Kecamatan Wawonii Tenggara adalah transportasi darat dan setengah dari jumlah desa/kelurahan terdapat transportasi air.

Wawonii Timur adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Ibu kotanya terletak di Kelurahan Munse yang berjarak 39 km ke ibu kota kabupaten dan 115 km ke ibu kota provinsi. Wawonii Timur berbatasan dengan Kecamatan Wawonii Timur Laut di utara; Kecamatan Wawonii Tenggara di selatan; Laut Banda di timur; dan Gunung Waworete di barat.

Wilayah Adminstratif

Luas wilayah Kecamatan Wawonii Timur adalah 119,83 km² atau 13,81% wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan.Wawonii Timur terbagi dalam 10 desa dan 1 kelurahan sebagai berikut:

  1. Desa Lebo
  2. Desa Tekonea
  3. Desa Wakadawu
  4. Desa Munse Indah
  5. Desa Lapulu
  6. Desa Laywo Jaya
  7. Desa Nanga
  8. Desa Butuea
  9. Desa Lembono
  10. Desa Saburano
  11. Kelurahan Munse

Penduduk

Penduduk Wawonii Timur pada tahun 2019 sebanyak 3.517 jiwa dengan kepadatan penduduk 29 jiwa/km². Berdasarkan jenis kelaminnya, penduduk Wawonii Timur terdiri dari 1.761 laki-laki dan 1.756 perempuan sehingga rasio jenis kelamin sebesar 100,28. Desa Takonea merupakan desa berpenduduk paling banyak, yaitu 462 jiwa; sedangkan Desa Butuea memiliki jumlah penduduk paling sedikit, yaitu 162 jiwa.

Sosial

Kecamatan Wawonii Timur memiliki 6 sekolah dasar (SD), 2 sekolah menengah pertama (SMP), dan 1 sekolah menengah atas (SMA). Lokasi SD terletak di Desa Takonea, Kelurahan Munse, Desa Laywo Jaya, Desa Lebo, Desa Nanga, dan Desa Saburano; sedangkan SMP terletak di Desa Takonea dan Desa Munse Indah. Satu-satunya SMA terletak di Desa Munse Indah. Terdapat juga 3 taman kanak-kanak (TK) di Kecamatan Wawonii Timur yang tersebar di Desa Wakadawu, Kelurahan Munse, dan Desa Nanga.
Kecamatan Wawonii Timur hanya memiliki 1 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) tanpa rawat inap yang terletak di Kelurahan Munse. Seluruh penduduk Wawonii Timur beragama Islam, sehingga tempat ibadah yang ada di Kecamatan Wawonii Timur hanya berupa masjid yang berjumlah 4 buah. Masjid-masjid tersebut tersebar di Desa Wakadawu, Desa Takonea, Desa Laywo Jaya, dan Desa Lembono.
Sebagian besar desa/kelurahan di Kecamatan Wawonii Timur telah teraliri listrik PLN. Hanya terdapat 4 desa yang teraliri listrik non-PLN, yaitu Desa Wakadawu, Desa Tekonea, Desa Butuea, dan Desa Saburano. Seluruh desa mengandalkan mata air/sungai sebagai sumber air. Hanya sekitar setengah dari jumlah rumah tangga di Desa Munse Indah yang mengandalkan sumur sebagai sumber air. Sebagian besar penduduk di Kecamatan Wawonii Timur telah menggunakan gas sebagai bahan bakar rumah tangga, hanya sebagian kecil di Kelurahan Munse yang masih menggunakan kayu bakar.
Tidak terdapat pasar di Kecamatan Wawonii Timur. Sementara itu, toko kelontong berjumlah 73 buah tersebar di seluruh desa dan kelurahan. Terdapat pula 4 menara telepon selular (BTS) di Kecamatan Wawonii Timur yang berlokasi di Desa Tekonea, Kelurahan Munse, Desa Munse Indah, dan Desa Nanga dengan jangkauan sinyal kuat pada seluruh desa/kelurahan. Transportasi utama di Kecamatan Wawonii Timur adalah transportasi darat. Angkutan umum bertrayek tetap hanya ada di Desa Wakadawu dan Desa Tekonea.

Pertanian

Kecamatan Wawonii Timur menghasilkan kelapa dan cengkeh. Selain itu, juga terdapat jambu mete, pala, dan lada dalam jumlah sedikit, sedangkan komoditas kakao tercatat tidak berproduksi pada tahun 2019. Hewan ternak yang terbanyak adalah ayam buras, disusul oleh itik, kambing dan sapi.

Wawonii Timur Laut adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Ibu kotanya terletak di Kelurahan Ladianta yang berjarak 30,4 km ke ibu kota kabupaten dan 87 km ke ibu kota provinsi. Wawonii Timur Laut berbatasan dengan Kecamatan Wawonii Timur di selatan; Laut Banda di timur; Kecamatan Wawonii Tengah; dan Kecamatan Wawonii Utara di utara.

Sejarah

Kecamatan Wawonii Timur Laut dibentuk pada tahun 2008 melalui Perda Kabupaten Konawe Nomor 6 Tahun 2008. Wilayahnya merupakan penggabungan dari Kecamatan Wawonii Utara dan Kecamatan Wawonii Timur.

Wilayah Adminstratif

Luas wilayah Kecamatan Wawonii Timur Laut adalah 90,58 km² atau 10,44% wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan. Wawonii Timur Laut terbagi dalam 9 desa dan 1 kelurahan sebagai berikut:

  1. Desa Puurau
  2. Desa Mata Dimba
  3. Desa Dimba
  4. Desa Patande
  5. Desa Tangkombuno
  6. Desa Baho Bubu
  7. Desa Noko
  8. Desa Bangun Mekar
  9. Desa Watuondo
  10. Kelurahan Ladianta

Penduduk

Penduduk Wawonii Timur Laut pada tahun 2019 sebanyak 3.868 jiwa dengan kepadatan penduduk 43 jiwa/km². Berdasarkan jenis kelaminnya, penduduk Wawonii Timur Laut terdiri dari 1.995 laki-laki dan 1.873 perempuan sehingga rasio jenis kelamin sebesar 106,51. Desa Dimba merupakan desa berpenduduk paling banyak, yaitu 511 jiwa; sedangkan Desa Tangkombuno memiliki jumlah penduduk paling sedikit, yaitu 263 jiwa.

Sosial

Kecamatan Wawonii Timur Laut memiliki 5 sekolah dasar (SD), 1 sekolah menengah pertama (SMP), 1 madrasah tsanawiyah (MTs), 1 madrasah aliyah (MA), dan 1 sekolah menengah kejuruan (SMK). Lokasi SD terletak di Desa Puurau, Desa Dimba, Kelurahan Ladianta, Desa Noko, dan Desa Bangun Mekar; sedangkan SMP hanya ada di Desa Bangun Mekar. Lokasi MTs dan MA terletak di Desa Tangkombuno; sedangkan SMK terletak di Desa Bangun Mekar. Hal itu menunjukkan fasilitas pendidikan terlengkap berada di Desa Bangun Mekar. Terdapat juga 4 taman kanak-kanak (TK) di Kecamatan Wawonii Timur Laut yang tersebar di Desa Dimba, Kelurahan Ladianta, Desa Noko, dan Desa Bangun Mekar.
Kecamatan Wawonii Timur Laut hanya memiliki 1 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang terletak di Desa Tangkombuno. Tempat ibadah yang ada di Kecamatan Wawonii Timur Laut hanya berupa masjid yang berjumlah 8 buah. Hanya Kelurahan Ladianta dan Desa Tangkombuno yang tidak memiliki tempat ibadah.
Seluruh desa di Kecamatan Wawonii Timur Laut telah teraliri listrik oleh PLN. Selain itu, listrik non-PLN terdapat di Desa Watuondo. Sebagian besar, sumber air di Kecamatan Wawonii Timur Laut berasal dari sungai. Hanya ada 3 desa yang mengandalkan sumur sebagai sumber air, yaitu Desa Tangkombuno, Desa Baho Bubu, dan Desa Watuondo. Hampir seluruh penduduk di Kecamatan Wawonii Timur Laut telah menggunakan gas sebagai bahan bakar rumah tangga.
Hanya terdapat 1 pasar dengan bangunan tidak permanen di Kecamatan Wawonii Timur Laut, yaitu di Desa Baho Bubu. Sementara itu, toko kelontong berjumlah 62 buah tersebar di seluruh desa dan kelurahan. Terdapat pula 2 menara telepon selular (BTS) di Kecamatan Wawonii Timur Laut yang berlokasi di Desa Mata Dimba dan Desa Baho Bubu. Transportasi utama di Kecamatan Wawonii Timur Laut adalah transportasi darat. Hanya di Desa Baho Bubu terdapat juga transportasi air.

Wawonii Utara adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Kecamatan ini merupakan pemekaran dari kecamatan Wawonii Timur dan berpusat di Kelurahan Lansilowo.

Geografis

UtaraLaut Banda
TimurWawonii Timur Laut
SelatanWawonii Selatan
BaratWawonii Barat

Wawonii Utara memilki luas wilayah 13.770 hektar. Wilayah terluas dari Wawonii Utara adalah Desa Matabubu, yakni 2.410 hektar (17,50%). Sebaliknya, desa dengan wilayah terkecil adalah Desa Tombaone dengan luas 400 hektar (2,90%).

Pembagian administratif

Secara administrasi, kecamatan ini terdiri dari 21 desa/kelurahan, yakni:

Desa
  1. Dongkalaea
  2. Labeau
  3. Labisa
  4. Mata Bubu
  5. Mata Buranga
  6. Mataiwoi
  7. Mawa
  8. Palingi
  9. Palingi Barat
  10. Palingi Timur
  11. Sawa Indah
  12. Tambaone
  13. Tambaone Utama
  14. Tapum Batu
  15. Tepolawa
  16. Tongalere
  17. Tumburano
  18. Wawobeau
  19. Wawoea
  20. Waworope
Kelurahan
  1. Lansilowo

Setiap desa atau kelurahan memiliki 3-4 dusun/lingkungan. Setiap desa dilengkapi dengan aparat yang terdiri dari Sekretaris Desa, Kepala Urusan Pemerintahan, Kaur Umum, Kaur Ekonomi Pembangunan, Kaur Ketentraman dan Ketertiban, Pamong Tani, dan Kepala Dusun. Terdapat pula imam desa dan tetua adat yang dalam bahasa daerah setempat disebut Puutobu. Sarana seperti balai desa dan pos keamanan lingkungan telah ada di semua desa/kelurahan.

Kependudukan

Badan Pusat Statistik Kabupaten Konawe mencatat penduduk Wawonii Utara sebanyak 5.438 jiwa, dengan kepadatan 39,49 jiwa setiap kilometer persegi pada tahun 2018. Rinciannya yaitu 2.701 orang laki-laki dan 2.641 perempuan, sehingga rasio jenis kelaminnya 102,27. Penduduk tesebut tergabung dalam 1.518 rumah tangga. Desa Palingi Barat mempunyai rumah tangga terbanyak, yaitu 129 unit. Sawaindah hanya 35 rumah tangga merupakan desa yang memiliki ruta paling sedikit. Semua rumah tangga menggunakan kayu bakar dan gas elpiji kemasan tiga kilogram sebagai bahan bakar memasak.

Semua penduduk beragama Islam. Mereka beribadah di 15 mesjid yang tersebar di sepuluh desa/kelurahan. Desa tanpa rumah ibadah, yaitu Palingi Timur, Tepolawa, Tapumbatu, Tongalere dan Sawaindah.

Pendidikan

Menurut data pokok pendidikan dasar dan menengah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 21 Juni 2020, ada delapan sekolah dasar, tiga sekolah menengah pertama dan satu sekolah menengah atas, yang semuanya berstatus negeri. SMA di Desa Tumburano tersebut memiliki SK izin operasional pada tanggal 17 Januari 2014. Ada 22 guru, satu tenaga kependidikan dan 367 peserta didik sampai akhir tahun ajaran 2019/2020 di SMAN Wawonii Utara, berdasarkan hasil rekapitulasi dapo Dikdasmen Kemdikbud.

Kesehatan

Untuk melayani kesehatan masyarakat, terdapat sebuah Puskesmas yang memiliki seorang dokter. Terdapat pula 15 posyandu untuk anak usia bawah lima tahun.

Pariwisata

Salah satu destinasi wisata yang ada di Kecamatan Wawonii Utara adalah Air Terjun Tumburano yang terletak di Desa Lansilowo.