Wabup Konkep Tanggung Biaya Pengobatan Bocah Gizi Buruk

By Admin 08 Mar 2018, 19:42:03 WIB Kesehatan
Wabup Konkep Tanggung Biaya Pengobatan Bocah Gizi Buruk

Keterangan Gambar : Wabup Konkep, Andi Muhammad Lutfi di dampingi Sekdis Sosial, Turip dan Kadis Kominfo Konkep saat melihat kondisi Ibnu Safa Ibrahim bocah penderita gizi buruk asal Desa Mosolo Kecamatan Wawonii Tenggara yang kini terbaring lesuh di RSUD Konkep, Selasa (6/3). (Foto : Zalfa)


Langara, konkepkab.go.id - Sepuluh hari dirawat di rumah karena tidak punya biaya pengobatan dan juga tidak terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan, bocah enam tahun, Ibnu Fasa Ibrahim asal Desa Mosolo Kecamatan Wawonii Tenggara dinyatakan menderita gizi buruk.


Ibu pasien penderita gizi buruk, Liani (31) menjelaskan bahwa sebelumnya, Ibrahim menderita penyakit cacar dan demam yang menyebabkan nafsu makan anak tunggalnya tersebut menurun selama sepuluh hari, ia berniat untuk membawanya kerumah sakit untuk dilakukan perawatan namun terkandala biaya dan juga tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan.


"Sudah 12 harimi dia sakit, sepuluh hari di kampung (Mosolo), sudah dua hari kita di sini (RSUD), dia tidak mau makan karna dia kena cacar baru demam, dulu pernami ada kita punya Jamkesmas tapi dia hilang, dulukan masih kartu Jamkesmas tapi ada perangkat desa yang minta, katanya mau diganti jadi BPJS, tapi sampe sekarang tidak ada itu kartu BPJS," jelas Ibu yang ditinggal suaminya tersebut.


Menanggapi masalah tersebut, Wakil Bupati Konkep, Andi Muhammad Lutfi saat melihat langsung bocah penderita gizi buruk di RSUD Konkep tersebut, menekankan kepada pihak RSUD untuk melayani semaksimal mungkin pasien penderita gizi buruk tersebut meskipun tidak meiliki kartu BPJS Kesehatan.


"Saya tidak mau tau, ada atau tidak kartu kesehatannya, yang jelas lakukan penanganan semaksimal mungkin, kalau ada tagihan biaya selama perawatan, tagih sama saya (Wabup)," tegasnya.


Atas kejadian tersebut, Andi Lutfi menyayangkan kepada pemerintah bawahannya, terutama Kepala Desa yang berada di wilayah pasien penderita gizi buruk dan juga tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.


"Ini tugas penting untuk semua Kepala Desa, deteksi semua masyarakatnya yang tidak terdaftar BPJS kemudian laporkan, apalagi masalah seperti ini (gizi buruk), harus betul-betul diperhatikan sedini mungkin, kalau ada gejala laporkan cepat agar secepatnya dilakukan penangan," tekannya.

Dokter yang menangani bocah penderita gizi buruk tersebut dr Asep Subarkah mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan berdasarkan hasil diagnosa, pasien dinyatakan mal nutrisi yang disebabkan karena kurangnya asupan nutrisi.


"Pasien sudah dua hari di sini (RSUD), kami sudah lakukan pemeriksaan, dan berdasarkan hasil diagnosis, memang pasien mal nutrisi atau ada gangguan asupan nutrisinya," jelasnya.


Hal senada ditambahkan oleh Kepala Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konkep, Adibin AmG menjelaskan bahwa dalam ilmu gizi pasien menderita gizi buruk kategori marasmus dan kini sudah mulai membaik dari kondisi awal masuk rumah sakit, Minggu (4/3). 


"Gizi buruk itu ada tingkatannya, ada yang disebut marasmus atau kekurangan protein, kwashiorkor atau kekurangan kalori dan ada yang disebut marasmik kwashiorkor atau kekurangan protein dan juga kekurangan kalori, kalau anak ini (Ibnu Ibrahim) masih kategori kekurangan protein, mungkin karena pola asuh orang tua yang kurang terhadap anak," katanya.


Sementara, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Konkep, melalui Sekretarisnya, Turip SKM langsung menindaklanjuti masalah pasien gizi buruk yang juga tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan dengan mendaftarkan secepatnya pasien ke BPJS Perwakilan di Konkep.


"Sudah kami daftarkan, untuk sementara kami daftarkan BPJS mandiri karena keperluan administrasi pihak RSUD untuk melakukan pelayanan secepatnya, nanti kita alihkan ke BPJS yang ditanggung pemerintah" katanya. (Zalfa)