Pemkab Konkep Siap Kucurkan Dana Rp 2,4 M Untuk Gaji Guru Honorer

By Admin 27 Apr 2018, 19:20:19 WIB Daerah
Pemkab Konkep Siap Kucurkan Dana Rp 2,4 M Untuk Gaji Guru Honorer

Keterangan Gambar : Suharmin, Kepala Bidang Guru dan Ketenagaan, Dinas PK Konkep


Langara, konkepkab.go.id - Kinerja Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), patut diacungi jempol. Berbagai terobosan terus dilakukan Bupati Konkep, H. Amrullah dan Wakilnya Andi Muhamad Lutfi untuk mesejahterakan warganya. Teranyar, janji pasangan duet dengan akronim "Beramal" yang akan memberikan intensif kepada guru honorer yang tersebar di Pulau Wawonii akan direalisasikan dalam waktu dekat ini. 

Ada 410 tenaga pendidik non Pegawai Negeri Sipil (PNS) diwilayah itu, yang dianggap layak mendapatkan upah dari Pemkab. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas PK) Konkep, berkas seluruh tenaga honorer tersebut sudah diproses dan telah mendapatkan SK Bupati Konkep H. Amrullah.

Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Ketenagaan, Dinas PK Konkep, Suharmin mengatakan, 410 tenaga guru honorer tersebut sudah masuk dalam data base Dinas PK. Dengan total anggaran yang disiapkan sekira Rp. 2,4 miliar tiap tahunnya.

"Sekarang berkas mereka sudah di Badan Keuangan Daerah (BKD). Tinggal menunggu surat perintah membayar (SPM) dan SP2Dnya, baru intensif 410 guru honorer itu baru ditranser ke rekening masing-masing," kata Kabid Guru dan Ketenagaan, Suharmin, saat ditemui di Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Konkep, Selasa (17/4).

Alumni Matematika FKIP UHO angkatan 2006 itu merinci, tiap bulannya tenaga honorer dibawa otorita Bupati Konkep, H. Amrullah dan Wakilnya Andi Muhamad Lutfi yang sudah mendapatkan SK Bupati, akan menerima Rp 500 ribu tiap bulannya.  

"Tapi kami bayarkan tiap 3 bulan sekali. Kalau 1 tahun honor mereka Rp. 6 juta. Deengan porsi anggaran sekira Rp 2,4 miliar," tuturnya. Kata dia, ada kriteria-kriteria tertentu yang dinilai untuk mendapatkan upah dari Pemkab Konkep. Guru honorer harus mempunyai nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK),  dan mengajar disekolah minimal 2 tahun.

"Tapi kami juga punya kebijakan-kebijakan tertentu. Misalnya, guru honorer tersebut mengajar 24 jam dalam seminggu. Atau jarak antara rumah dan sekolahnya yang jauh, kebijakan inilah yang kami anggap guru honorer itu layak mendapatkan intensif. Dengan kondisi yang berbeda-beda sehingga kita tidak bisa memberi perlakuan yang sama," ujar Sekretaris PGRI Konkep itu.

Dia menjelaskan, honor dari Pemkab Konkep ini, tidak termasuk honor-honor lain di sekolah. Misalnya seperti pengisian raport, penyusunan soal dan penambahan jam mengajar. "Tenaga honorer masi bisa mendapatkan upah dari sekolah melalui dana BOS," sambungnya.

Suharmin berharap, ditahun berikutnya upah layak bagi tenaga pendidik honorer di Pulau Wawonii akan terus bertambah. Sampai mencapai upah minimum regional (UMR) dan provinsi. Kata dia, ini baru tahun pertama Pemkab Konkep memberi intensif honor daerah bagi tenaga honorer di Pulau Wawonii. 

"Awalnya yang kami ajukan intensif guru honorer tiap bulanya diangka Rp 750 ribu. Tetapi keterbatasan anggaran yang disetujui hanya Rp 500 ribu tiap bulan. Kami akan terus berupaya sampai upah guru honorer minimal di tahun 2020 bisa mendekati UMK dan provinsi. Dan ini adalah terobosan baru Pemkab Konkep," tutur Magister Pendidikan Matematika itu.

Kata dia, pihaknya sudah mengidintifikasi seluruh tenaga-tenaga honorer yang layak mendapatkan Honda dari Pemkab Konkep. Honorer tersebut juga adalah usulan-usulan dari kepala sekolah. 

"Perbupnya ada, SK Bupatinya ada. Yang kami identifikasi, jangan sampe namanya ada tapi orangnya tidak pernah mengajar di sekolah. Kalau ternyata ada masalah akan dibicarakan kembali," tandas Suharmin.(Fauzan)