Nama Konawe Kepulauan Segera Berganti Menjadi Pulau Wawonii
Pemerintah Lakukan Sosialisasi di 7 Kecamatan

By Admin 16 Jul 2019, 22:40:32 WIB Daerah
Nama Konawe Kepulauan Segera Berganti Menjadi Pulau Wawonii

Keterangan Gambar : Susana sosialisasi perubahan nama daerah (Foto : Eki)


Langara (konkepkab.go.id) - Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) melalui Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) memulai tahapan perubahan nama Kabupaten Konawe Kepulauan menjadi Kabupaten Wawonii, tahapan ini dimulai melalui sosialisasi kepada masyarakat di desa Lamoluo Kecamatan Wawonii Barat, Senin (15/7).

Bupati Konkep, Ir H Amrullah MT, usai membuka kegiatan, mengatakan bahwa nama Kabupaten Wawonii sebenarnya sudah lama sejak diproses pemekaran, hanya saat itu Pemerintah Kabupaten Konawe menyarankan agar nama Kabupaten Wawonii diubah menjadi Kabupaten Konawe Kepulauan.

"Komitmen ini sebenarnya sudah dari awal, tapi dalam perjalananya Pemerintah Kabupaten Konawe, menghendaki supaya tidak memisahkan diri Konawe. Tapi apapun modelnya kita adalah bagian dari Konawe," jelasnya.

"Atas jasa mereka, inisiatif Pemerintah Kabupaten Konawe mendukung kita sepenuhnya bersama Pemerintah Provinsi untuk bisa mekar. Tapi komitmen kita semua bahwa kita tidak ingin identitas kita tergerus oleh waktu," sambungnya.

Ia memberikan ilustrasi bahwa salah satu ciri hilangnya identitas Wawonii, rata-rata warga dari Wawonii ketika ditanya dari mana, mereka menyebut dari Konkep, seiring berjalannya waktu kata Wawonii akan hilang.

"Sekarang kalau kita ke Kendari ditanya, dari mana dijawab Konkep, hampir tidak ada yang jawab lagi, saya dari Wawonii. Semuanya jawab Konkep, lama-lama Wawonii ini hilang," katanya.

Ditanya seperti apa keyakinannya untuk diakomodir pemerintah pusat soal perubahan nama itu, H Amrullah tetap optimis disahuti ketika semua administrasi yang dipersyaratkan sesuai regulasi dilengkapi.

"Kita berharap, Pemerintah pusat bisa mengakomodir usulan, secara normatif dan saya yakin pemerintah pusat menyahuti hal-hal seperti ini. Ketika prosedur dan tahapan-tahapan secara administrasi sesuai aturan yang berlaku kita sudah penuhi," urainya dengan nada optimis.

Hal yang sama juga kata dia, Pemerintah Provinsi Sultra juga diyakini akan menyetujui setelah itu baru diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Pasti beliau (Gubernur Sultra) paham, upaya melestarikan identitas, itukan kearifan lokal. Sama-sama kita memiliki kewajiban untuk menjaga itu, baik pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun pusat untuk menjaga kearifan lokal suatu daerah, dan ini merupakan salah satu warisan kekayaan Negara ini," tandasnya. (Eki)