Cegeh Penularan Malaria, Pemda Konkep Canangkan Pekan Kelambu Massal

By Admin 15 Sep 2017, 20:20:20 WIB Kesehatan
Cegeh Penularan Malaria, Pemda Konkep Canangkan Pekan Kelambu Massal

Keterangan Gambar : Wakil Bupati Konawe Kepulain Andi Muhammad Lutfi, SE. MM menyerahkan kelambu secara simbolis pada masyarakat menadai dimulaianya kegiatan pekan kelambu massal di Kabupaten Konawe Kepulauan, kegiatan ini bertempat di Tribun Lapangan TPI Langara, Jum’at 15/9/2017 (Foto : Dullah/Kominfo)


Langara (konkepkab.go.id) – Untuk mencegah penularan penyakit malaria di Kabupaten Konawe Kepulauan, Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan mencanangkan kegiatan pekan kelambu massal yang akan berlangsung dari tanggal 15 hingga 22 September 2017.

Pencangan tersebut lakukan oleh Wakil Bupati Konawe Kepulain Andi Muhammad Lutfi, SE. MM bertempat di Tribun Lapangan TPI Langara, Jum’at (15/9/2017) disaksikan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Konkep Dra. Hj. Nurul Hidayati Amrullah dan sejumlah unsur Forkopimda Konawe Kepulauan.

Pekan kelambu massal kali ini di fokuskan pada enam desa di Kabupaten Konawe Kepulauan yakni Desa Wawolaa, Waworope, Lansilowo, Palingi Barat, Wunse Jaya dan Baku-Baku. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari kegiatan eliminasi malaria secara Nasional yang telah digulirkan pemerintah dari tahun 2010 hingga 2030.

Dalam sambutannya Andi Muhammad Lutfi mengatakan tercatat 424 kabupaten/kota dari 576 kabupaten/kota yang ada di Indonesia menjadi daerah endemik malaria termasuk Kabupaten Konawe Kepulauan. Untuk itu, pelaksanaan Pekan Kelambu Massal ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam menekan laju penyebaran penyakit malaria di Kabupaten Konawe Kepulauan. Kegiatannya berbentuk pendistribusian 2000 kelambu secara gratis kepada masyarakat yang tersebar pada enam desa di empat  kecamatan. 

“Dengan pencangan ini kita berharap agar Konawe Kepulauan dapat terbebas dari malaria. Saya juga mengharapkan agar kegiatan pendistribusian kelambu ini dapat  betul-betul dilaksanakan dengan baik dan sampai pada masyarakat,” harapnya.  

Untuk diketahui penularan penyakit malaria terjadi karena adanya gigitan nyamuk Anopheles betina yang membawa parasit plasmodium. Dalam tubuh inangnya, parasit plasmodium tersebut bertumbuh di organ hati manusia, dan melipat ganda di sana. Malaria bisa juga ditularkan dari ibu hamil ke janinnya, dan dari transfusi darah yang mengandung plasmodium.

Seseorang yang telah terinfeksi penyakit malaria dalam jangka waktu tertentu akan mengalami gejala demam panas tinggi, sakit kepala hebat, menggigil, otot tubuh terasa nyeri, dan mual serta muntah-muntah. Tubuh penderita akan lemas dan kadang disertai dengan diare dan gelisah. Bila suhu tubuh telah turun, penderita akan banyak mengeluarkan keringat yang tak sewajarnya. (Dullah)